Edun memang... Dunia politik memang kotor, penuh dengan orang-orang yang licik, munafik, dan juga serakah.
Berbagai cara di lakukan asalkan bisa mencapai tujuannya, fitnah, black campagne, dsb. Orang-orang yang jadi caleg pun tiba-tiba jadi sok care, sok dermawan, sosialis abis dweh… Anjizzzzzzz… Najong w liat muka para caleg yang kaya gini…
Trus masyarakatnya juga ikut-ikutan edun, gak lagi liat visi dan misi, gak liat kapasitas ma kapabilitas orangnya, yang pnting sapa yang paling banyak ngasih bantuan, yang mereka rasa paling peduli ma mereka, yang paling banyak ngasih duit, itu yang disukai, yang mereka coblos…
Ni maren y pas w pulang kampung, pemandangan di sepanjang jalan yang w liat penuh dengan spanduk n sticker para caleg, maklum musim pemilu jg t4 w...
Dooh w liat2 negh calon-calon legislatif yang ada, w langsung garuk kepala, mo jadi apa daerah w ke depan kalo DPR di pegang ma mereka, banyak yang aji mumpung (istri-istri pejabat negh ma anak-anak pejabat ada jg beberapa…)
Memang seeeh kliatannya bagus, ada regenerasi, banyak kader muda yang muncul, tapi plissss dweh, kayana gak kompeten bgt, di liat dari latar belakang pendidikan dan pengalaman, gak bgttt dweh… Hahay… Bukan bermaksud ngeremehin atau ngejelekin orang, tapi track record mereke apa seeeh selama ini, aktif di partai nggak, sosialis nggak, trus pemikiran-pemikiran mereka wat membangun daerah ke depan apa?
Trus para istri pejabat juga banyak beud dweh yg ikutan jadi caleg, mumpung suami masih ada kekuasaan kaleee y, jadi masih bisa intervensi banyak orang buat milih dia… Hakzhakz… Tapi moga-moga ajah mereka ini punya otak dan mau pergunakan otaknya buat membangun kota w terlopeh, gak hanya mikirin kantong sendiri…
Trus ada juga orang-orang yang kayanya preman negh… Hakzhakz… doooh, orang-orang ini mungkin banyak pengikutnya, pergaulannya luas meureun, tapi gak salah negh, punya otak gak? Mampu gak membawa suatu perubahan buat daerah? Mampu gak memajukan daerah?
Hhh… W gak abis pikir deh apa jadi caleg itu gak ada kriterianya y?
Doooh... Edun… Menurut prediksi w ( hakzhakz… sok beud ) sepuluh taon ke depan (lima tahun jg mungkin) kota w negh bakal kolaps… Hahay… Abis na ngeliat para caleg sekarang, udah gak kompeten, licik lagheee, plus munafik, plus serakah… Doooooooooooh pusing w… Udah IQ na jongkok (mungkin negh… Hahay), EQ gak mendukung, SQ na juga parbeud... Mateeee lah…
Yaaaah… Tapi ni cuman kesangsian w ajahhh… Moga-moga nggak kejadian… Seandainya mereka ni terpilih… Yaaah berarti kesempatan mereka lah lima tahun untuk membuktikan diri, kita liat kinerja mereka, kita liat gmana perkembangan kota w yg terlopeh di tangan mereka2 itu… Tapi jujur ajahhh w harap-harap cemas negh, gmana nasib warga kota terlopeh w, kalo seandainya kekuatiran w jadi nyata… Sbg wong cilik gak bisa apa-apa, paling nyesel n ngutuk wakil rakyat yang dulu mereka pilih… Huhuuuuuuuuuu…
Rabu, 11 Februari 2009
Selasa, 30 September 2008
Antara Tuhan dan Agama
Agama dapat dipahami sebagai suatu sarana, yang didalamnya terdapat pedoman-pedoman bagi manusia untuk menjalani hidup dan sekaligus menjadi pegangan agar manusia tidak kehilangan arah dalam pencarian, pengertian, maupun pengenalan akan Tuhan (’Yang Maha Tinggi’ atau yang transenden). Atau bisa juga dipahami sebagai suatu istilah, aliran kepercayaan atau identitas untuk membedakan golongan yang satu dengan lainnya (seperti Kristen, Islam, Budha, Hindu).
Masing-masing golongan ini (Kristen, Islam, Budha, Hindu) mempunyai ajaran dan pengertian (bahasa/sebutan) sendiri-sendiri akan sesuatu yang transenden itu. Nah perbedaan doktrin dan persepsi inilah yang sering menjadi perselisihan hingga saat ini, tapi apapun ajarannya semua agama yang ada ini sebenarnya mengarah kepada Tuhan (yang transenden) yg sama, Tuhan yang sejati, Tuhan Semesta Alam, Tuhan seluruh umat manusia dan seluruh makhluk yang ada di dunia ini. Jadi, sebenarnya Tuhan kita itu sama, yang ada hanyalah perbedaan persepsi antar manusia.
Dalam suratnya yang ditujukan kepada Adriani pada 24 September 1902, Kartini mengungkapkan, bahwa semua agama menuju kepada kebaikan.
”Betapapun jalan-jalan yang kita lalui berbeda, tapi kesemuanya itu menuju kepada satu tujuan yang sama, yaitu Kebaikan. Kita juga mengabdi kepada Kebaikan, yang tuan sebut Tuhan dan kami sendiri menyebutnya Allah”
Disini Kartini menganggap semua agama pada hakikatnya sama-sama mengajarkan kebaikan. Tetapi seringkali justru pemeluknya sendiri yang membuat agama menjadi dipandang tidak baik karena perilakunya yang jelek, yang saling menyalahkan, saling memojokkan, yang pada akhirnya menimbulkan kebencian, kekerasan agama bahkan peperangan. Dalam blog-nya, DR. K. A. M. Jusufroni mengatakan, bahwa itu semua terjadi karena adanya malfungsi agama yang disebabkan oleh beberapa faktor, seperti superioritas agama (memandang bahwa agama kita lebih baik dari yang lain), klaim kebenaran mutlak (memandang bahwa agama kita lebih benar dari yang lain), pengkultusan pendiri atau pemimpin agama, ketundukan total pada doktrin agama, dsb.
Jadi, intinya Tuhan adalah Kebaikan, DIA ada pada setiap agama yang mengajarkan kebaikan dan yang memancarkan kedamaian. Tuhan jangan dimonopoli, jangan diperebutkan, jangan di pandang sebagai bagian dari satu agama saja, hanya untuk menarik umat untuk mengikuti persepsi kita. Tuhan bukan hanya milik satu agama saja, Tuhan itu tidak terikat pada satu agama. Agama hanyalah sebuah sarana yang Tuhan berikan untuk kita, yang didalamnya terdapat pedoman hidup supaya kehidupan manusia tidak kacau. Agama ada untuk menuntun kita dan membimbing kita dalam pencarian dan pengenalan akan yang transenden itu (agar pemikiran kita akan sesuatu yang transenden tidak kacau dan hanya mengarah padaNYA saja), agama ada untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam diri kita, dan agama itu ada untuk mengontrol kehidupan manusia. Sementara Tuhan itu sendiri bisa saja kita temui diluar agama, DIA berada dalam kesadaran dan pemahaman kita, DIA ada dalam hati nurani kita masing-masing, DIA ada saat kita melakukan sesuatu yang baik.
Masing-masing golongan ini (Kristen, Islam, Budha, Hindu) mempunyai ajaran dan pengertian (bahasa/sebutan) sendiri-sendiri akan sesuatu yang transenden itu. Nah perbedaan doktrin dan persepsi inilah yang sering menjadi perselisihan hingga saat ini, tapi apapun ajarannya semua agama yang ada ini sebenarnya mengarah kepada Tuhan (yang transenden) yg sama, Tuhan yang sejati, Tuhan Semesta Alam, Tuhan seluruh umat manusia dan seluruh makhluk yang ada di dunia ini. Jadi, sebenarnya Tuhan kita itu sama, yang ada hanyalah perbedaan persepsi antar manusia.
Dalam suratnya yang ditujukan kepada Adriani pada 24 September 1902, Kartini mengungkapkan, bahwa semua agama menuju kepada kebaikan.
”Betapapun jalan-jalan yang kita lalui berbeda, tapi kesemuanya itu menuju kepada satu tujuan yang sama, yaitu Kebaikan. Kita juga mengabdi kepada Kebaikan, yang tuan sebut Tuhan dan kami sendiri menyebutnya Allah”
Disini Kartini menganggap semua agama pada hakikatnya sama-sama mengajarkan kebaikan. Tetapi seringkali justru pemeluknya sendiri yang membuat agama menjadi dipandang tidak baik karena perilakunya yang jelek, yang saling menyalahkan, saling memojokkan, yang pada akhirnya menimbulkan kebencian, kekerasan agama bahkan peperangan. Dalam blog-nya, DR. K. A. M. Jusufroni mengatakan, bahwa itu semua terjadi karena adanya malfungsi agama yang disebabkan oleh beberapa faktor, seperti superioritas agama (memandang bahwa agama kita lebih baik dari yang lain), klaim kebenaran mutlak (memandang bahwa agama kita lebih benar dari yang lain), pengkultusan pendiri atau pemimpin agama, ketundukan total pada doktrin agama, dsb.
Jadi, intinya Tuhan adalah Kebaikan, DIA ada pada setiap agama yang mengajarkan kebaikan dan yang memancarkan kedamaian. Tuhan jangan dimonopoli, jangan diperebutkan, jangan di pandang sebagai bagian dari satu agama saja, hanya untuk menarik umat untuk mengikuti persepsi kita. Tuhan bukan hanya milik satu agama saja, Tuhan itu tidak terikat pada satu agama. Agama hanyalah sebuah sarana yang Tuhan berikan untuk kita, yang didalamnya terdapat pedoman hidup supaya kehidupan manusia tidak kacau. Agama ada untuk menuntun kita dan membimbing kita dalam pencarian dan pengenalan akan yang transenden itu (agar pemikiran kita akan sesuatu yang transenden tidak kacau dan hanya mengarah padaNYA saja), agama ada untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam diri kita, dan agama itu ada untuk mengontrol kehidupan manusia. Sementara Tuhan itu sendiri bisa saja kita temui diluar agama, DIA berada dalam kesadaran dan pemahaman kita, DIA ada dalam hati nurani kita masing-masing, DIA ada saat kita melakukan sesuatu yang baik.
Jumat, 29 Agustus 2008
Rabu, 27 Agustus 2008
Beberapa minggu lalu gw diajak temen nonton film yang judulnya “Wanted”, itu tuh filmnya Jolie. Film itu keren banget, menceritakan tentang sebuah organisai pembunuh yang super duper hebat, jago-jago, peralatannya juga canggih bett deh. Dan ternyata organisasi mereka itu, khusus untuk membunuh orang-orang yang di anggap akan merusak stabilitas dunia, atau yang akan berbahaya untuk orang lain. Nah lho, darimana mereka tahu orang-orang itu bakal ngerusak stabilitas dunia? Ternyata dari sebuah ramalan, dari kain tenun gitu, gw juga gak mengerti gimana, tapi katanya dari tenunan itu akan muncul satu nama yang harus dihabisi (ada rumus-rumusnya gitu deh untuk melihat nama orang yang harus dibunuh, gw juga gak ngerti gimana ngeliatnya dari tenunan bayangin aja, sekaligus salut banget deh ma yang punya ide film ini). Nah terus, pimpinan organisasi ini ternyata membelot, dia mulai mengarang nama-nama orang yang harus dibunuh itu, sesuai dengan kepentingan dia sendiri, karena kebetulan hanya orang-orang khusus saja yang bisa membaca ramalan itu (Jadi anggotanya yang loyal banget itu dibegoin deh). Lalu, muncul seorang pemuda yang membongkar semua itu, pemuda ini adalah pemuda yang mereka rekrut, mereka latih menjadi pembunuh professional, yang ternyata hanya akan mereka manfaatkan agar dia membunuh ayahnya sendiri (dia gak mengenal ayahnya ini), karena mereka sendiri gak bisa ngalahin ayah pemuda ini. Tadinya pemuda ini gak percaya, dan gak mau ikut-ikutan membunuh, namun waktu Jolie sebuah fakta, bahwa tadinya dia juga menolak untuk membunuh, dia gak yakin juga sama organisasi ini, waktu pertama kali di tugasin untuk membunuh seseorang dia gagal karena ragu, dan ternyata orang yang gagal dia bunuh itu, besoknya menghabisi nyawa ayahnya. Penyesalan itulah yang akhirnya membuat Jolie yakin dan bergabung dengan organisasi itu. Pemuda itu terpengaruh juga, dia lalu pergi mencari targetnya, yaitu ayahnya dan membunuh ayahnya, namun sebelum meninggal dunia ayahnya sempat memberitahu pemuda itu bahwa ia adalah ayahnya, pemuda ini tidak percaya begitu saja, lalu akhirnya dia sadar bahwa organisasi itu ingin mengahabisi nyawanya juga, dia lantas mulai mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, lalu fakta pun mulai terkuak, akhirnya pimpinan organisasi itu mengakui juga, dan menjelaskan mengapa dia melakukan itu. Ternyata sejak beberapa tahun lalu, nama yang terus menerus muncul dari ramalan itu adalah nama-nama anggota organisasi itu, semua menjadi takut dan mulai menerima ide si pemimpin itu.. Dan pada akhirnya si Jolie ini, yang merupakan salah satu anggota organisasi itu, menghabisi mereka semua, termasuk dirinya sendiri. Begitu lah akhirnya, gak ada satupun anggota organisasi itu hidup.
Selesai nonton, biasa deh gw perhatikan semua pada heboh komen, top banget katanya, menegangkan, keren, malah ada satu temen gw yang gak ngerti katanya, bingung… Wkakakakakakakakak… Tapi saya masih terus memikirkan film itu, menurut gw memang sudah seharusnya organisasi seperti itu nggak ada, sudah benar ramalan itu bahwa semua anggota organisasi itu harus dihabisi, karena sebenarnya yang mengganggu stabilitas dunia ini adalah mereka kan? Bagaimana mungkin mereka membunuh orang hanya karena ramalan, sekalipun pada kenyataannya orang itu memang akan berbahaya bagi orang lain atau dunia ini, namun bukan hak mereka donk untuk menghabisi nyawa seseorang, lagian seseorang itu dihadirkan di dunia ini bukan tanpa alasan donk, semua kan sudah ada yang mengatur. Ett dah gak nyangka hari itu, gw dapat pemikiran baru dari sebuah film bahwa “Seseorang atau sesuatu itu ada untuk maksud dan tujuan tertentu”.
Selesai nonton, biasa deh gw perhatikan semua pada heboh komen, top banget katanya, menegangkan, keren, malah ada satu temen gw yang gak ngerti katanya, bingung… Wkakakakakakakakak… Tapi saya masih terus memikirkan film itu, menurut gw memang sudah seharusnya organisasi seperti itu nggak ada, sudah benar ramalan itu bahwa semua anggota organisasi itu harus dihabisi, karena sebenarnya yang mengganggu stabilitas dunia ini adalah mereka kan? Bagaimana mungkin mereka membunuh orang hanya karena ramalan, sekalipun pada kenyataannya orang itu memang akan berbahaya bagi orang lain atau dunia ini, namun bukan hak mereka donk untuk menghabisi nyawa seseorang, lagian seseorang itu dihadirkan di dunia ini bukan tanpa alasan donk, semua kan sudah ada yang mengatur. Ett dah gak nyangka hari itu, gw dapat pemikiran baru dari sebuah film bahwa “Seseorang atau sesuatu itu ada untuk maksud dan tujuan tertentu”.
Selasa, 26 Agustus 2008
Hmmm...
Gw mahasiswi psikologi tingkat prtama, di Universitas Kristen Maranatha... Sbnrnya we dulu prnah kuliah di manado, tapi yaaah beberapa bulan yang lalu gw dapat suatu pencerahan tuk pindah ke bdg... Gyehehehe... So here I am... Tapi ampe sini y nyesel bgt we, ampun deh tugas2 nya banyak bettt... Tapi apa daya smua udah tjadi, we dah tlanjur dsini, i do my best... Hehehe...
Above all, ada satu hal yg paling bikin gw jengkel... Kuliah nya pagi moloooo, mana tiap hari lagheee, bayangin gw kaga ada liburnya dlm sminggu... Hikz.... Sapa seeeh yg nyusun jadwal we...? Rese bgt....................... Ni gara2 jadwal ini, we kaga msk2 kul sminggu prtama... Telat molooooo... Whuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa............ Hikz... Hikz... We udah ketinggalan satu tugas di tiap mata kuliah... Hikz...
nb : Mami muup yeee kalo daku IP nya rendah, jgn salahkan daku, cari aja yg nyusun jadwal... Mam kan tau cheya paling gak bisa bangun pagi...
Gw mahasiswi psikologi tingkat prtama, di Universitas Kristen Maranatha... Sbnrnya we dulu prnah kuliah di manado, tapi yaaah beberapa bulan yang lalu gw dapat suatu pencerahan tuk pindah ke bdg... Gyehehehe... So here I am... Tapi ampe sini y nyesel bgt we, ampun deh tugas2 nya banyak bettt... Tapi apa daya smua udah tjadi, we dah tlanjur dsini, i do my best... Hehehe...
Above all, ada satu hal yg paling bikin gw jengkel... Kuliah nya pagi moloooo, mana tiap hari lagheee, bayangin gw kaga ada liburnya dlm sminggu... Hikz.... Sapa seeeh yg nyusun jadwal we...? Rese bgt....................... Ni gara2 jadwal ini, we kaga msk2 kul sminggu prtama... Telat molooooo... Whuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa............ Hikz... Hikz... We udah ketinggalan satu tugas di tiap mata kuliah... Hikz...
nb : Mami muup yeee kalo daku IP nya rendah, jgn salahkan daku, cari aja yg nyusun jadwal... Mam kan tau cheya paling gak bisa bangun pagi...
Langganan:
Postingan (Atom)

